written by Mr. Marsigit

Pada masa sekarang masyarakat Indonesia sedang mengalami perubahan yang sangat dinamis dari berbagai aspek kehidupan yang menawarkan tantangan dan harapan. Ini merupakan tantangan kepada guru di masa sekarang terutama guru matematika untuk mengubah gaya belajar yang lama menjadi sesuatu yang baru yang lebih menarik. Para guru dituntut untuk menevaluasi kekuatan dan dan kelemahan, serta harus siap untuk belajar keterampilan baru dalam pembelajaran matematika demi kepentingan pengajaran yang efektif. Melalui kurikulum baru, guru dituntut mampu menanggapi masing-masing anak sebagai kebutuhan yang diidentifikasi karena pengalaman kurikuler yang relevan dan keterampilan anak-anak sangat bervariasi. Pengelolaan berbagai layanan dukungan harus tersedia untuk memaksimalkan efektifitas dalam membantu guru bekerja menuju praktek yang baik dan untuk menerapkan kurikulum yang baru. Faktor-faktor dari siswa, guru dan masyarakat yang belum optimal didukung melalui kurikulum baru merupakan hasil pemantauan pelaksanaan kurikulum berbasis sekolah menunjukkan bahwa ada. Kurikulum baru ini mengajarkan kepada kita bahwa kurikulum selalu butuh perbaikan. Hal ini juga menyarankan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika, pemerintah pusat perlu:
(1) mendefinisikan peran guru yaitu mereka harus memfasilitasi siswa dalam belajar
(2) mendefinisikan peran kepala sekolah yaitu mereka harus mendukung pengembangan profesional guru dengan memungkinkan mereka untuk menghadiri dan berpartisipasi dalam diskusi ilmiah, pertemuan-pertemuan maupun pelatihan
(3) mendefinisikan kembali peran sekolah yaitu mereka harus mempromosikan manajemen berbasis sekolah
(4) mendefinisikan peran pengawas yaitu mereka perlu memiliki latar belakang yang sama dengan para guru yang mereka awasi agar mampu melakukan supervisi akademik
(5) mempromosikan kolaborasi yang lebih baik antara sekolah dan universitas
(7) mendefinisikan sistem evaluasi nasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar